Senin, 26 Desember 2011

KUNJUNGAN KE PANTI JOMPO SIJANGKUNG

Orang tua adalah mereka yang telah lanjut usia, yang pada umumnya tidak/kurang memiliki tenaga maupun keuletan lagi sebagaimana yang pernah mereka miliki semasa mudanya. Pada fase ini, mereka kebanyakan lebih banyak menghabiskan waktu sendirian dengan duduk bersantai sembari mengamati orang-orang disekitarnya, maupun melakukan kegiatan-kegiatan yang ringan-ringan sahaja. Terlebih lagi bilamana mereka yang ditinggalkan oleh sanak keluarga maupun anak cucunya ke Panti Jompo, dengan alasan ketiadaan waktu untuk mengurus dan bekerja di luar kota. Pada kondisi seperti ini, mereka sangat mengharapkan perhatian dari orang-orang disekitarnya walaupun hanya sekedar untuk mendengarkan pembicaraan dan cerita mereka yang tidak terarah lagi.

Berbekal rasa pengabdian untuk membantu sesama didalam memberikan kasih sayang dan uluran tangan, Lions Club Singkawang Kalbar Prima melaksanakan kunjungan ke Panti Asuhan yang terletak di jalan Sagatani Singkawang dalam rangka merayakan Natal bersama. Panti Asuhan ini berada di bawah naungan Gereja Santapan Rohan Indonesia, yang di huni oleh 5 orang tua yang telah uzur.

Dalam kunjungan ini, Lions Club Singkawang Kalbar Prima sekaligus memberikan paket Natal berupa beras, susu, gandum, sabun dan kebutuhan sehari-hari lainnya kepada para penghuni Panti Jompo tersebut. Walaupun paket yang diberikan ini tidaklah seberapa, akan tetapi kunjungan ini telah memberikan arti dan kebahagiaan tersendiri bagi para orang tua yang sehari-harinya sangat membutuhkan perhatian dan bantuan.

Salam pengabdian,


Posted By Singkawang Kalbar Prima8:00 PM

Rabu, 14 Desember 2011

Nenek Sebatang Kara

Terik panas matahari tidaklah menyurutkan langkahnya yang kecil dan renta untuk melangkah. Kendaraan yang lalu lalang dijalanan merupakan pemandangan tersendiri yang sudah biasa dilihatnya setiap hari. Tubuhnya yang kurus dan lemah, membuatnya hanya bisa duduk dijalan sembari mengharapkan uluran tangan para dermawan yang lewat.

Namanya adalah Chin Moi Kie. Kami menemukannya ketika dia sedang duduk di rerumputan di tepi jalan, kelurahan Semelagi Singkawang Utara. Penampilannya yang lusuh benar-benar membuat simpati bagi siapapun yang melihatnya. Nenek sebatang kara yang berumur 73 tahun ini tidak mempunyai sanak family. Dari pengakuannya, selama ini tetangga dan orang-orang disekitarnyalah yang memberinya makan. Akan tetapi kehidupan Nenek ini tetaplah serba kekurangan dalam segi sandang, pangan dan papan.

Kami menuntunnya pulang. Kami mendapati bahwa rumah yang ditempatinya hanya berukuran kurang dari 3 meter. Tidak ada perabotan apapun di rumahnya kecuali sebuah ranjang kayu tanpa kasur sebagai tempat pembaringannya. Kondisi seperti ini sudah dilaluinya selama bertahun-tahun.


Pada kunjungan kami selanjutnya di rumah Nenek sebatang kara ini, kami membawakan beberapa stel pakaian untuknya. Selain itu, kami juga memberikan sebuah kasur yang empuk beserta bantal dan selimut. Beberapa jenis makanan ringan seperti biskuit dan Oat yang bergizi juga kami berikan untuk Nenek ini. Ketika kami membawakan semua barang ini kerumahnya, tampak wajah yang ceria dan senyum kegembiraan yang menghias di bibirnya...

Semoga sedikit bantuan yang diberikan ini, bisa membawa kegembiraan bagi Nenek yang hidup sebatang kara ini .



Posted By Singkawang Kalbar Prima9:51 PM

Kamis, 03 November 2011

Di balik 168 anak tangga

Filled under:

          Kota Singkawang, yang terletak di propinsi kalimantan barat memang menyimpan banyak tempat-tempat wisata, dari wisata kuliner sampai dengan wisata religi yang eksotis. Di kota ini terdapat berbagai julukan seperti; kota Tasbih, kota Amoy, kota pariwisata, juga terkenal dengan julukan kota seribu vihara/kelenteng. Julukan kota seribu kelenteng ini bisa dilihat dari begitu banyaknya kelenteng-kelenteng yang terdapat di setiap sudut-sudut kota sampai pedesaan, dan juga terdapat di rumah-rumah penduduk. Kota singkawang, yang merupakan daerah otonomi, dalam bahasa hakka ( tionghoa ) juga di kenal dengan nama San Kheu Jong ( 三口洋 ) yang artinya terletak diantara bukit dan sungai. Kota ini merupakan kota yang sedang berkembang, dan dari usianya yang masih begitu muda, terdapat berbagai macam potensi-potensi yang dapat di gali, baik dari sektor pertanian, perkebunan, industri maupun pariwisatanya.

          Yups, ini adalah journal yang aku lakukan akhir pekan ini. Kota singkawang yang penduduknya terdiri dari berbagai macam suku dengan mayoritasnya suku tionghoa, saling berbaur dan hidup dalam keharmonisan. Mereka hidup penuh dengan rasa toleransi, ini dibuktikan dengan tempat ibadah mesjid, gereja, dan kelenteng yang jaraknya berdekatan satu sama lain, serta berbagai macam nuansa perpaduan budaya diantaranya.
          Pagi itu, di hari minggu, dalam cuaca adem dan angin yang bertiup sepoi-sepoi, aku menyempatkan diri untuk melintasi perumahan di sekitar jalan Kaliasin, letaknya di Singkawang selatan, tepatnya di kaliasin dalam. Cuaca pagi yang segar ini, benar-benar cocok untuk melakukan aktivitas di luar rumah. Di jalanan terlihat banyak orang berlalu lalang. Ada yang sekedar jalan-jalan, ada juga yang duduk bersenda gurau di depan warung-warung kopi yang hampir bertebaran di tiap ruas jalan Kaliasin. Wah....jadi haus neh, soalnya kota Singkawang itu juga terkenal dengan kopi "pancung" nya, yang sanggup membuat para tamu duduk ber jam-jam (woww...).


          Lagi asyik mengendarai motor, aku menangkap sebuah objek yang berupa papan nama yang tertancap di pinggir jalan. "Kuil Na-Ca" aku membaca tulisan yang terpampang di papan nama yang sudah usang itu dan cat kuningnya juga sudah agak luntur. "Hm...." Gumamku, aku jadi teringat akan kisah-kisah kepahlawanan dan kesetiaan para tokoh-tokoh legenda tiongkok, dan dewa Na Ca sendiri juga merupakan tokoh dalam legenda Tiongkok. Dalam versi buddhisme/Tao, seingat saya, Na Ca juga di sebut pelindung dharma ( vajra dharma) selain tokoh Wei Duo yang merupakan salah seorang pengawal Miao Shan (dewi Kwan Im ) dalam riwayat hidup sang Dewi Kwan Im.
          "Wah...kelenteng ini berada didalam hutan nih", kataku dalam hati setelah memperhatikan papan nama tersebut. Saking tertariknya, aku langsung memacu motorku masuk melewati jalan kecil menuju ke dalam hutan. Banyaknya pepohonan rindang, besar dan tua tetapi masih kokoh, benar-benar semakin menambah ketertarikanku. Aku melewati jembatan kecil sebanyak 3 kali, di bawahnya mengalir air yang begitu jernih. Di bawah jembatan itu, aku juga melihat pipa-pipa yang di pasang dari atas gunung menuju perumahan penduduk di bawah gunung. Rupanya air gunung ini juga di gunakan untuk mandi selain untuk diminum ( wah...si PDAM aja kalah jernihnya tuh, haha...).

          Sesampainya di kaki gunung, ku hentikan motor butut gue (hehe...), trus aku perhatikan tangga semen yang menanjak ke atas gunung sana. Wah...lumayan panjang juga tangga ini... Kelihatannya tangga ini juga dah lama di bangun, tetapi masih bagus tanpa adanya kerusakan yang berarti. Di sisi kiri di sepanjang tangga ini terdapat pegangan yang terbuat dari batangan besi. Sepertinya ini berguna utk memudahkan para pengunjung untuk berpegangan sampai keatas puncak gunung sana.
        
          Setapak demi setapak, aku menaiki tangga itu. Sampai di tengah jalan, aku perhatikan sekeliling, tampak panorama pegunungan yang indah dan mempesona. Dengan pancaran sinar matahari pagi yang menyelinap diantara dedaunan pohon tua yang tinggi besar dan kokoh, ini semakin menambah keindahan tersendiri dari kawasan hutan yang nampak asri. Di sebelah kiri, tampak sebuah bangunan paviliun yang atapnya berbentuk segi delapan. Di bawahnya terdapat meja dan tempat duduk yang terbuat dari semen. Orang-orang Hakka menyebutnya "Liong-thin/peristirahatan sejenak". Trus di sebelah kanan, juga terdapat bangunan dengan dua pintu/kamar yang di peruntukan sebagai kamar kecil/WC. Tetapi bangunan WC ini sudah tidak terawat lagi, selain letaknya yang berada di semak-semak, pintu dan atap nya juga sudah mulai rusak.
          Aku terus menaiki tangga, dan sampailah aku di puncak gunung ini. "Wahhh...." Menakjubkan !!! Terdapat banyak bangunan kelenteng yang jaraknya berdekatan satu sama lain dan saling terhubung. Di sekitarnya di tumbuhi bunga-bunga kecil yang menyerupai taman kecil, di belakang bangunan kelenteng-kelenteng tersebut merupakan hutan bambu, dari bambu kecil sampai bambu besar. Pikiranku langsung terbawa kepada hutan bambu yang pada umumnya merupakan tempat suci dewi Kwan-Im dan para dewa-dewa lainnya dalam kepercayaan orang Tionghoa. Tiupan angin sepoi-sepoi, seakan-akan membius dan membawaku kedalam suasana yang eksotis.

          "Sore dik....mau sembahyang yah ? " Terdengar suara seorang pria yang perawakannya tinggi dan badannya yang berotot menyapaku. "Iya ko" jawabku. Pria itu mengangguk dan berkata, "Silahkan...". Setelah itu, dia beranjak pergi sambil membawa ember yang berisi air dan menuju ruang dapur yang berada di sebelah kanan dari kuil yang paling besar di antara kuil yang lainnya. Aku pikir, mungkin pria ini adalah seorang manusia dan pengurus kelenteng ini, hehehe....




          Aku menyalakan dupa, dan menyembahyangi tiap-tiap ruang dan altar yang terdapat di kelenteng ini. Diantaranya ada altar dewa Na-ca, altar dewa kebijakan, dewi bulan, dan altar-altar dewa lainnya. setelah menyembahyangi semua altar dewa, aku melihat Pria tadi duduk bersantai pada sebuah bongkahan semen yang menyerupai kursi. aku mendekati dan berbincang dengan pria itu. Dari perbincagan ini, aku mengetahui pria ini bernama A-jin, seorang pengurus kelenteng disini. "Umur kelenteng ini sudah mencapai 100 tahun lebih" kata Ajin. "Dulunya kelenteng ini sangat terkenal. Ada seorang Laoya di sini yang sering mengadakan ritual untuk penyembuhan penyakit, karir dan feng-shui" kata Ajin selanjutnya. Dari perbincangan disini, aku juga mengetahui, rupanya karena sang Laoya yang telah meninggal dunia, maka otomatis tidak ada lagi yang meneruskan ritual-ritual disni. Kebanyakan umat-umat di kelenteng ini banyak yang berasal dari kota Pontianak. Dan walaupun umat-umat ini tinggal di luar kota, tetapi setiap perayaan ulang tahun dewa di kelenteng ini, mereka tetap menyempatkan diri untuk berkunjung dan memberikan sesajian. Aku pikir, mungkin kesetiaan umat-umat ini dipengaruhih oleh faktor kecocokan, jodoh, dan sebagai rasa hormat atas pertolongan dan bantuan yang sudah di berikan oleh dewa di kelenteng ini melalui seorang perantara( laoya ).

          "Dulunya kelenteng ini sudah banyak kerusakan. Atap-atap di ruang altar sudah banyak yang rusak, begitu juga bangunan-bangunan lainnya yang sudah retak. Tapi karena sumbangan dana dari umat dan para dermawan serta bantuan dari penduduk di sekitar sini, bangunan kelenteng ini bisa di rehab dan tetap terjaga sampai sekarang" kata Ajin. " Tangga semen yang berada di kaki gunung itu di kerjakan secara bergotong royong oleh penduduk di sekitar sini. Semuanya berjumlah 168 anak tangga dengan pegangan yang terdapat di sisi kiri yang bertujuan untuk memudahkan orang-orang untuk naik ke atas kelenteng ini" kata Ajin selanjutnya. Kami banyak berbincang seputar aktivitas-aktivitas penduduk di sini dan sejarah-sejarah kelenteng di sini.

          Tidak terasa hari sudah beranjak sore, aku berpamitan dengan ko Ajin. Beliau mengucapkan terima kasih atas kunjungan ini. setapak demi setapak diiringi dengan tiupan angin sore, aku menuruni anak tangga satu persatu. Sampai di pertengahan tangga, tiba-tiba aku di kejutkan selembar daun yang sudah menguning ditiup angin, dan mendarat tepat di keningku......

Posted By Singkawang Kalbar Prima9:26 AM

Selasa, 25 Oktober 2011

BIKING TOGETHER - PEACE POSTER CONTEST 2011

Kontes Poster Perdamaian yang merupakan Program tahunan dari Lions Club International yang bertujuan untuk mengembangkan imajinasi dan kreatifitas anak-anak dan remaja dalam konteks perdamaian, dihelat dan digelar di kota Singkawang. Perhelatan untuk kontes tahun 2011 ini dilaksanakan di Gedung STIE Mulia Singkawang, tanggal 23 Oktober 2011.

Lions Club Pontianak  yang berkunjung ke Singkawang dalam rangka ikut berpartisipasi dalam kontes tersebut, mengadakan kegiatan bersama-sama dengan Lions Club Singkawang Kalbar Prima. Kegiatan yang dilaksanakan berupa Fun Biking dengan rute yang dimulai dari kota Singkawang menuju pantai Pasir Panjang sepanjang 15 kilometer.

Seluruh pengurus dan anggota dari Lions Club Singkawang Kalbar Prima dan Lions Club Pontianak ambil bagian dalam kegiatan ini. Hadir juga komunitas sepeda gunung kota Singkawang yang ikut meramaikan. Dalam suasana yang penuh keceriaan ini, semua orang tampak begitu bersemangat mengayuh sepeda mereka masing-masing. Kegiatan ini ditandai dengan acara foto bersama yang dilakukan di gerbang pantai Pasir Panjang.

Pada acara kontes poster perdamaian yang dilakasanakan di gedung STIE Mulia Singkawang, diikuti oleh peserta sebanyak 48 orang yang berasal dari Sekolah Dasar. Kontes ini berlangsung selama 6 jam. Beragam lukisan-lukisan menarik hasil imajinasi dan kreatifitas dari para peserta dituangkan dalam bentuk poster. 





Posted By Singkawang Kalbar Prima10:19 PM

Jumat, 14 Oktober 2011

V. Masa Kini/Masa Depan yang Ada di Tengah ?

Filled under:

          Sebagian besar teori ramalan memusatkan perhatian pada apa yang dinyatakan adalah meragukan dan ketidakpastian dalam pemahaman konvensional kita mengenai apa yang disebut masa depan dan menyatakan bahwa masa depan terungkap dalam atau berada berdampingan dengan masa kini. Pendekatan yang agak baru dan luar biasa terhadap masalah tersebut, memfokuskan pada keraguan dalam apa yang kita sebut masa kini, diajukan pada tahun 1934 oleh H.F. Saltmarsh.
Theory of  Saltmarh
          Saltmarsh memulai dengan menunukkan bahwa apa yang sevara konvensional kita sebut masa kini bukan dari jenis seperti itu. Karena ketika kita memahami sesuatu---jatuhnya daun, jarum yang menusuk---kita mempercayai persepsi kita dan apa yang diungkapkannya terjadi serentak dalam waktu. Tetapi kesan indera tidak terjadi serentak. 'Ita merasakan tusukan jarum sesaat setelah hal itu terjadi; helaian daun menyentuh tanah beberapa saat sebelum kita menyadarinya daun itu telah mendarat. Karena selain waktu yang diperlukan bagi kesan indera mencapai otak kita masih ada waktu yang dipakai otak kita untuk memproses sinyal ketika tiba. Jadi bersasarkan pada teori Saltmarsh, persepsi kita dari apa pun yang terjadi pasti sedikit lebih lambat ketimbang peristiwa itu sendiri. Konsekuensinya, kita mempunyai dua jenis masa kini. Interval di antara kedua jenis masa kini ini mungkin dapat dianggap tingkat ketiga, atau masa kini yang ada di tengah-tengah, dalam saat itu peristiwa dapat terjadi atau mulai terjadi. Kita dapat menguraikan rentetan peristiwa ini lebih lanjut bahwa dalam waktu tingkat ketiga ini orang tertentu menerima isyarat mengenai masa depan.
          Karena semua transisi memerlukan waktu, kita dapat nyaris mengandaikan bahwa isi dari masa kini yang ada di tengah-tengah diteruskan menjadi kesadaran kita utuh atau tidak berubah. Oleh karena itu kita dapat mengatakan bahwa masa kini yang adda di tengah, seperti masa kini sebenarnya, tidak dapat diterima oleh kesadaran biasa dan isinya tidak mungkin dapat persis sama seperti kesadaran normal kita. Dalam bidang yang lebih bawah ini antara suatu peristiwa dan persepsi mengenainya mungkin orang mendapat pencerahan mengenai apa yang akan terjadi.

Posted By Singkawang Kalbar Prima6:49 PM

Minggu, 09 Oktober 2011

IV. Pemberian Hormat yang Fatal

Filled under:

Robert Morris Sr
          Apakah mimpi dapat di tafsirkan sebagi sesuatu hal yang benar-benar akan di alami di du`nia nyata? ataukah Ia cuma semacam bentuk kesadaran yang bergerak bebas di bawah alam sadar manusia?
          Bila seseorang bermimpi bahwa dia akan mati dalam situasi tertentu dan kemudian dengan seksama menghindari situasi tersebut, tentu saja kita tidak mempunyai cara untuk mengetahui apakah "peringatan" itu palsu tau tidak, atau nasib telah di tipu. Walaupun kadang-kadang nasib memberikan peringatan dan kemudian tidak bersedia untuk di tipu.
         
          Suatu malam di bulan juli 1750, Robert morris. Sr, yang merupakan ayah dari robert Morris yang mengelola keuangan Revolusi Amerika, bermimpi bahwa dia akan terbunuh oleh tembakan meriam dari kapal angkatan laut yang akan di tinjaunya. mimpi itu membuat nya demikian gelisah sehingga dia baru dapat dibujuk untuk naik kapal, hanya setelah kapten kapal berjanji bahwa tidak akan ada meriam yang di tembakkan sampai dia sudah kembali ke darat dengan selamat.
          kunjungan di lakukan, dan di akhir kunjungan, kapten memberi perintah bahwa tidak akan ada penghormatan dengan menembakkan meriam sampai dia memberi tanda bahwa perahu dayung telah mengembalikan Morris dengan selamat ke pantai. Tetapi sewaktu perahu masih dalam jarak tembak meriam kapal, seekor lalat hinggap di hidung kapten dan dia tanpa berpikir mengangkat tangannya untuk mengusir lalat itu. Gerakan tangannya ini dianggap sebagai tanda bahwa tembakan penghormatan harus dilakukan, dan demikianlah yang di lakukan. pecahan dari tembakan itu menghantam Morris dan menyebabkan dia luka parah sampai meninggal.




*sumber: Journal of the American Society for Psychical Research, April 1970, p. 193

Posted By Singkawang Kalbar Prima9:49 AM

III. Nostradamus

Filled under:

         Peramal paling terkenal, yang sepertinya tidak disebut dalam injil, adalah michel de Nostredame, atau Nostradamus, lahir di St. Remy di Prancis selatan tahun 1503. Dia mula-mula terkenal karena hasil karya dalam bidang kedokteran dengan korban wabah yang merebak di Aix-de-Provence dan lyons tahun 1546-1547 dan baru setelah itu mulai membuat ramalan. Koleksi pertamanya di terbitkan sebagai almanak ramalan cuaca di tahun 1550, dan pada tahun 1555 dia menerbitkan kumpulan ramalan pertama dari seluruhnya 10 kumpulan (seluruhnya hampir 1000) dengan judul Centuries. Dia meninggal di Salon, Prancis selatan pada tahun 1566.
          Nostradamus menulis ramalannya dalam bentuk sajak, sebagian besar dalam gaya yang amat simbolik. Pada kenyataannya dia memilih untuk tidak mengatur dalam urutan tertentu, membuat interpretasinya, pada umunya menjadi masalah perkiraan. Walaupun demikian, sejumlah ramalan tampaknya agak jelas menunjukkan pada peristiwa yang belum pernah terjadi ketika Centuries itu muncul.
          Ramalan pertama yang membawa ketenaran Nostradamus sebagai orang yang dapat meramal adalah sebagai berikut:

          "Singa muda akan mengatasi singa yang tua, di medan perang dalam sebuah pertempuran. Lawannya akan menusuk matanya dalam kurungan emas, dua luka sekaligus, kemudian dia mati setelah penderitaan yang mengerikan".

          Empat tahun kemudian, di bulan Juli 1559, Raja Henry II dari prancis yang kadang-kadang menggunakan singa sebagai simbolnya, terlibat dalam pertandingan tunggal antara dua ksatria. tombak dari lawannya yang lebih muda menembus penutup kepala berwarna emas dari sang Raja dan melukainya. Henry meninggal setelah menderita berkepanjangan.
          Beberapa ramalan Nostradamus berisi segala sesuatu demikian tepat seperti tanggal, atau bahkan bagian dari tanggal. tetapi dia tampaknya meramalkan salah satu kebakaran besar di London di tahun 1666, dengan mengatakan itu akan terjadi "dalam tiga kali dua puluh ditambah enam".
          Sebagian besar ramalan nostradamus menyangkut gerakan politik berskala besar dan peristiwa tingkat tinggi dan luar biasa. Revolusi Prancis tampaknya menjadi subyek dari beberapa sajak, termasuk yang ini:

          "Dari masyarakat yang diperbudak, nyanyian, lagu dan tuntutan, sementara para Pangeran dan Bangsawan di tawan dalam penjara. Hal ini di masa depan akan di terima oleh orang idiot tanpa kepala sebagai doa suci".

          Kalimat pertama sudah jelas. "Idiot tanpa kepala" dalam kalimat kedua diduga merujuk pada para pemimpin awal revolusi, yang menerima tuntutan rakyat prancis sebagai "doa", dan yang setelah melakukan korupsi karena kekuasaan barunya, akhirnya di gulingkan dan di penggal kepalanya dengan guillotin.
          Dalam sepucuk surat kepada Raja Henry II, Nostradamus juga meramalkan tahun 1792 sebagai tanggal kunci dalam peristiwa kenegaraan. Dibulan September tahun itu, di puncak revolusi, Prancis dideklarasikan sebagai sebuah republik. Kematian Ratu marie Antoinette dan Madam Du Burry, seorang selir Raja Louis XV, juga tampaknya telah diramalkan oleh peramal luar biasa ini.
          Seperti kebanyakan peramal, Nostradamus tampaknya mempunyai bakat tertentu untuk meramalkan bencana dan jatuhnya seseorang dari kekuasaan. Dia di yakini menguraikan nasib Napoleon, yang kekuasaannya atas kerajaan Prancis di akhiri dengan pemenjaraan dirinya di pulau kecil St. Helena di tahun 1815, dan telah meramalkan penyingkiran Raja Edward VIII dari Inggris di tahun 1936.
          Dalam dua sajak empat baris Nostradamus menyebut nama yang amat mirip dengan Adolf hitler dan menguraikan aktivitas yang mendatangkan bencana sampai ketepatan tertentu. Menurut sajak pertama:

          "Liberty tidak akan dikembalikan, seorang berkulit gelap, kejam, keji, jahat akan mendudukinya, ketika ikatan sekutunya dengan indah terbentuk. Venesia akan dipengaruhi oleh Hister".

          Sajak empat baris kedua bahkan lebih jelas lagi:

          "Binatang buas yang kelaparan akan menyeberangi sungai, sebagian besar medan perang akan melawan Hister. Dia akan menyeret pemimpin dalam kurungan besi, ketika anak-anak di Jerman tidak dilindungi hukum".

          Dalam sajak ini secara jelas menyatakan liberty di rebut, atau diduduki oleh orang jahat (berhati hitam dan berambut hitam). Venesia, bersama dengan seluruh italia, akhirnya "dipengaruhi" oleh mantan sekutunya. pasukan Hitler memang menyeberangi sungai dan perbatasan negara lain, seperti binatang buas kelaparan, walaupun sebagian besar negara menentangnya. Kalimat yang terakhir tidak jelas tetapi mungkin merujuk pada blokade laut Jerman atas Inggris, yang sebelu Pearl Harbor, adalah satu-satunya pemimpin dunia bebas dalam pertempuran yang masih bertahan.




*Dari berbagai sumber;  Erika Cheetham, The Prophecies of Nostradamus

Posted By Singkawang Kalbar Prima9:33 AM